Selasa, 26 Agustus 2008
Jalan Yang Panjang
Jalan lurus yang panjang
Namun ku tempuh dengan berbelok berkali-kali
Untuk tau siapa aku
Dibentangkan tuhan jalan di hadapanku
Jalan yang mudah untuk dilalui
Namun ku tempuh dengan kepayahan
Untuk tau seberapa mampu aku
Kini aku sampai di ujung jalan itu
Kini jurang lebar membentang
Semoga aku tidak lelah setelah berkelok
Semoga aku tidak lelah setelah kepayahan
Aku akan melompat sejauh yang aku bisa
Dengan kepastian yang aku temukan di jalan panjang
Aku tidak boleh ragu
Karna ragu menjatuhkan
Doakan aku hai umat tuhan
Doakan aku agar jadi lebih baik setelah ini
Cukup sudah kurasakan jatuh dan sakit
Kali ini aku tidak mau mencoba dalamnya jurang
Jumat, 22 Agustus 2008
Jadikan Itu
Aku hanya bisa tertawa, betapa pembualnya aku hari ini
Aku hanya bisa menangis, betapa pendustanya aku hari ini
Untuk aku yang selalu berlimpah pujian, semakin membuatku nista
Untuk aku yang selalu bersedih, semakin membuatku mengerti
Semua harus berganti, sebelum aku menyesal
Semua harus kubuktikan agar naif untuk dustaku
Tapi aku betah tertahan
Tertahan dengan semua kebanggaan yang semu
Padahal aku bukan siapa-siapa tanpanya
Tuhan hentikan sesaat pujian-pujian itu, agar aku ingat…!
Tapi jangan engkau cabut indahnya dariku, karna aku suka pujian itu
Jeda saja sesaat, layaknya film yang tidak laku
Aku yang tertahan, aku yang luka
Aku yang berjalan, aku yang lebih baik
Bantu aku berganti supaya jadi lebih baik
Bantu aku menapak agar lebih yakin tentang itu
Aku orang yang buta tanpamu, aku tidak bisa lihat tandamu
Aku orang yang terus menunggu, tanpa tau sudah berlalu
Jangan bosan denganku yang bodoh, karna aku mau belajar
Ajari aku melihat dan bantu menggenggamnya, aku pasti bisa
Dan bergemuruhlah semesta, pujian itu berganti
Dan berderulah ombak-ombak, perjamuan dimulai
Saat semua jadi milikku, semua milik untukku
Agar aku tersenyum dengan lepas di hari yang sangat damai, tanpa perang yang ku inginkan